Situs Kolonial Di Pulau-Pulau Lease

1.Benteng Nieuw Zelandia

Benteng Nieuw Zeelandia terletak di negeri Haruku pulau Haruku. Benteng ini diperintahkan untuk dibangun oleh Arnold de Vlaming van Oudshorn pada tahun 1655, untuk menggantikan benteng kecil yang sebelumnya dibangun di Oma oleh gubernur Jan van Gorcum pada tahun 1626. Belanda yang dipimpin oleh Gubernur van Gorkum, ini dibangun di pesisir pantai Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah. Selain pantai, bangunan ini juga dikelilingi oleh perkebunan pala dan cengkeh. Benteng ini berbentuk segi empat dengan dua bastion, tinggi temboknya sekitar empat meter. Benteng ini kemudian diberi nama Benteng Zeelandia. Tahun 1655, benteng ini disempurnakan dan namanya diubah menjadi Nieuw Zeelandia. Benteng ini dijaga oleh seorang sersan dan 24 orang serdadu. Benteng ini pernah diserang oleh Pattimura bersama 100 pemuda Maluku pada tahun 1817. Tahun 1822, benteng ini diperbaiki. Namun pada akhirnya, ditahun 1862, benteng ini tidak lagi difungsikan sebagai basis militer. Tempat ini kemudian diubah menjadi gudang penyimpanan cengkeh oleh para pengawas kebun cengkeh di Pulau Haruku.

Gambar Kondisi Benteng

2.Benteng Hoorn

Gambar Kondisi Benteng Hoorn

Benteng Hoorn terletak di negeri Pelauw Pulau Haruku. Benteng ini diperintahkan untuk dibangun oleh Arnold De Vlaming pada tahun 1655. Saat Arnold de Vlaming membangun satu rumah pertahanan yang berpagar kayu dan beratap nipah. Kemudian pada tahun 1785 rumah pertahanan ini kemudian digantikan oleh sebuah benteng yang dirancang oleh seorang Letnan Artileri yang bernama Strick, atas perintah dari Gubernur Van Pleuren, untuk memenuhi permintaan para residen dari Holalieu, Karieuw, Pelauw, Kaylolo dan Romomy, yang merasa terancam oleh para bajak laut. Benteng ini dibangun menggunakan batu andesit dan batu karang yang direkatkan dengan kalero (semen kapur tradisional), dan biaya pembangunannya ditanggung oleh para residen tadi. Dinding luar benteng berbentuk persegi panjang dengan bastion pada tiap sudutnya, sedangkan pintu gerbang benteng berada di sisi selatan dan utara dinding. Di bagian dalam benteng terdapat bangunan semacam barak yang digunakan untuk tempat tinggal prajurit dan gudang penyimpanan logistik.

Benteng yang sekarang lebih dikenal sebagai Benteng Pelauw oleh masyarakat setempat, pada masanya, diperkuat oleh seorang kopral bersama 6 prajuritnya, dan dipersenjatai dengan 4 buah meriam. Pada tahun 1817, terjadi pemberontakan oleh para penduduk di Pulau Haruku terhadap pemerintah Belanda yang menguasai wilayah mereka. Perang pun tak terhindarkan ketika para penduduk Pulau Haruku menyerang Benteng Hoorn yang menjadi basis militer Belanda. Namun, ketika perang ini pecah, Desa Pelauw tidak mengalami kerusakan yang berarti karena Raja Pelauw saat itu lebih memihak kepada Belanda. Perang pun usai dengan kemenangan berada di pihak Belanda, para penduduk yang memberontak kemudian melarikan diri ke daerah pegunungan. Raja Pelauw kemudian meminta Belanda untuk mengampuni rakyatnya, Belanda pun mengijinkan Raja Pelauw untuk membawa kembali rakyatnya ke Desa Pelauw, namun dengan syarat tidak akan melakukan pemberontakan lagi. Sebanyak 400 keluarga kemudian kembali ke desa, sementara itu sekitar 20 orang penduduk yang tidak ingin kembali akhirnya ditangkap dan dihukum mati.

3.Benteng Delft

Benteng Huis te Velsen dibangun atas perintah De Vlaming pada tanggal 16 Mei tahun 1655 dan merupakan benteng dengan dua pintu gerbang. Benteng ini terletak di negeri Noloth dipersenjatai dengan lima pucuk meriam, seorang sersan dan 20 orang tentara. Tetapi dalam gempa bumi hebat tahun 1671 benteng ini sepenuhnya roboh.

4.Benteng Huis Te Velsen

Benteng Holandia terletak di Negeri Sirisori awalnya dibangun oleh Jan Gorcum tahun 1626, dan merupakan sebuah rumah papan yang digunakan untuk menyimpan barang dagangan. Tetapi atas perintah De Vlaming pada tahun 1654 benteng ini diperluas dan diperbaiki sebagai benteng batu. Hollandia sama sekali hancur dalam gempa tahun 1671 dan sejak itu tidak lagi dibangun, karena posisinya dinilai tidak strategis maka aktifitas dialihkan ke Saparua.

5.Benteng Holandia

Benteng Delft terletak di Negeri Porto. Benteng ini dibangun atas perintah Gubernur Arnold De Vlaming pada tahun 1655. Benteng ini dilengkapi dengan 6 meriam, 20 orang serdadu dan seorang sersan. Saat ini benteng Delft hanya tersisa pondasinya saja

6.Benteng Beverwijk

Benteng Beverwijk terletak di Negeri Sila Pulau Nusalaut. Benteng ini didirikan yang pada tahun 1654 dan oleh De Vlaming pada tahun 1656 disebut Beverwijk. Pemberian nama Beverwijk sesuai dengan tempat kelahiran Arnold de Vlaming di Amsterdam Utara. Di benteng ini ditempatkan seorang sersan dengan 20 orang serdadu dan seorang tabib. Benteng itu dipersenjatai dengan empat pucuk meriam dan berada di bawah kekuasaan penguasa Honimoa. Di benteng ini pada 17 November 1817 dieksekusi kapitan Paulus Tiahahu. Ayah dari pahlawan Nasional Christina Martha Tiahahu yang berjuang bersama kapitan Pattimura untuk mengusir kaum penjajajah dari Maluku.

Gambar Kondisi Benteng Beverwijk

7.Benteng Duurstede

Gambar Kondisi Benteng Duurstede

Benteng Duurstede terletak di Negeri Saparua di Pulau Saparua. Benteng ini dibangun setelah pusat aktifitas VOC yang terletak di Sirisori mengalami kerusakan parah setelah diguncang gempa pada 1671. Benteng ini dibangun oleh Nicolaes Schaghen pada tahun 1691. Benteng ini menjadi saksi perjuangan rakyat Maluku yang dipimpin oleh kapitan Pattimura dan kawan-kawan dalam menentang Kolonialisme bangsa Belanda. Hal ini ditandai dengan terbunuhnya penghuni benteng termasuk residen Rudolph van den Berg serta keluarganya pada 16 Mei 1817.